Posted by: bazmovic | February 7, 2010

mangan ora mangan ngumpul (xjoss.net) copy right zenki


Okelah Kalo Begitu…
Coba Baca Artikel ini:
Dalam masayarakat tradisionil Jawa, dikenal adanya slogan, “mangan ora mangan asal ngumpul”, yang telah menjadi semacam prinsip atau pandangan hidup. Tentu ungkapan ini bukanlah tanpa maksud, mengingat ngumpul menjadi suatu hal yang penting dan bermakna, yang bukan hanya berlaku bagi komunitas masyarakat tradisionil Jawa. Bahkan hal ini pun diamini oleh umumnya masyarakat tradisional lain di berbagai belahan bumi Indonesia. Disamping menjadi sebuah sarana pembuktian eksistensi sebuah komunitas, ngumpul juga dianggap sebagai media / sarana bagi masyarakat untuk menyambung tali silaturahmi antar sesama anggota komunitas. Sehingga tidaklah mengherankan, di dalam masyarakat tradisionil terdapat begitu banyak acara-acara bersifat ceremonial dan simbolis yang berfungsi sebagai sarana berkumpulnya para anggota komunitas tersebut.
Dewasa ini, pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang menjadi symbol / icon era-modernisasi ternyata tidak selamanya membawa dampak positif bagi perkembangan masyarakat tradisionil di Indonesia. Baik langsung atau tidak langsung, arus modernisasi telah mengubah kualitas hubungan antar anggota masyarakat tradisional secara besar-besaran. Secara perlahan namun pasti, hal ini telah merenggangkan pola hubungan antar personal yang telah selama ini mereka pertahankan. Dengan mengadaptasi pola dan gaya hidup kaum urban di perkotaan, masyarakat tradisionil yang umumnya tinggal di daerah pedesaan pun telah dan tengah mengubah identitas komunitasnya yang semula bersifat komunal menjadi komunitas baru yang bersifat individualistis. Sehingga tak ayal, ungkapan mangan ora mangan asal ngumpul pun turut berubah bentuk menjadi ngumpul ora ngumpul asal mangan.
Terlepas dari persoalan distorsi kultural, dimana telah hilangnya ciri dan karakteristik yang menjadi identitas masyarakat tradisionil, dalam hal ini ada satu hal yang setidaknya cukup menarik untuk menjadi bahan refleksi bersama, yaitu: “sampai seberapa mampukah kita memaknai ungkapan mangan ora mangan asal ngumpul dalam keseharian sebagai bagian dari komunitas masyarakat kampus dan sekaligus pula sebagai bagian dari masyarakat umum secara keseluruhan ?”
Istilah mangan (baca: makan) merupakan kata kerja dengan sebuah obyek yaitu makanan, yang dalam realitas kehidupan kampus identik dengan pengetahuan serta lain-lain hal yang bersifat keilmuan. Sementara di satu sisi lain, istilah ngumpul (baca: kumpul), setidaknya dalam hal ini, dapatlah diartikan sebagai sebuah kondisi dimana ada momentum bertemunya sekelompok individu pada suatu tempat dan saat yang sama.
Sadar atau tidak sadar, dalam posisi sebagai mahasiswa, persoalan mangan dan ngumpul pun nyata-nyata telah menjadi realitas keseharian. Memang, berkumpul merupakan sesuatu yang menyenangkan. Namun, berkumpul tanpa ada sesuatu yang dapat dimakan tentu tidaklah ideal. Tidakkah kondisi ini hanya akan melahirkan chaos? Sedang di satu sisi lainnya, dalam persoalan mangan ora mangan asal ngumpul, tentu makanan yang dimakan hanya akan menjadi sebatas makanan yang tidak akan mengubah kondisi apa-apa selain kekenyangan dan semakin bertambahnya berat badan dan penumpukan kolesterol, yang kemudian justru menjadi sumber penyakit. Atau secara gamblang di dalam kehidupan social, dapat dikatakan, bahwa ilmu yang didapatkan dari proses pendidikan yang selama ini dijalani seorang mahasiswa, tidak akan membawa dampak perubahan kondisi apapun selain memperkokoh sikap pandang egosentris yang merenggangkan. Yang setidaknya jangan sampai dilupakan dalam hal ini, bahwa makanan (baca: ilmu pengetahuan) yang didapatkan, sebagian besar merupakan hasil dari proses dialektika. Hanya proses dialektikalah yang memungkinkan ilmu pengetahuan dapat berkembang secara dinamis. Sedang, hanya dengan ngumpul proses dialektika tersebut niscaya dapat terlaksana dan berjalan maksimal.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: